Harapan seorang gay

Januari 23, 2008

.. , Mohon tidak men-judge-ku dengan ungkapan jujurku ini.
Segala yang tercipta atas diriku baik secara lahir maupun batin, adalah bukan karena keinginanku melainkan atas kehendak-Nya. Namun bukan berarti aku menyesali atas bagaimana aku diciptakan. Tidak. Hanya aku berusaha menjaga agar apa yang telah tercipta tidak menjadi sebuah cela.
Tuhan telah menciptakanku sebagai sebuah sosok dengan bentuk seorang pria. Namun jiwa yang tersemat di dalamnya adalah jiwa seorang gay, yaitu penyuka sesama jenis. Jujur, itu kurasakan bukan karena pengaruh lingkungan atau apapun yang lainnya. Aku merasakannya semenjak aku masih belum mengerti dengan apa yang kurasakan. Baru kutahu bahwa itu adalah perasaan seorang gay adalah setelah aku mulai menginjak usia remaja. Hingga saat ini ku akui pada diriku sendiri bahwa jiwaku adalah jiwa seorang gay. Namun terus terang dalam hal ini aku masih munafik. Dalam bentuk sosokku yang notabene adalah seorang laki laki, kusembunyikan sebuah orientasi seksual yang berbeda dari umumnya, yang seharusnya seorang pria adalah pencinta wanita. Tapi terlepas dari siapa dan bagaimana aku, aku tetaplah manusia biasa seperti yang lainnya. Punya hak yang sama dalam hal apapun termasuk mencintai dan dicintai. Untuk itu, sebagai seorang yang belum memiliki pasangan, aku merasa selalu kesepian dalam kesendirianku selama ini. Dalang anganku, ku selalu membayangkan seorang pria yang dewasa, maskulin, penuh cinta sehingga akan dapat mencintaiku apa adanya dengan segala kekurangan yang ada. Dan akupun berjanji akan memberikan cintaku beserta segenap kesetiaan yang ada pada diriku.
Aku mencintaimu, para pembaca .. ,

Harapan seorang gay

Januari 23, 2008

.. , Mohon tidak men-judge-ku dengan ungkapan jujurku ini.
Segala yang tercipta atas diriku baik secara lahir maupun batin, adalah bukan karena keinginanku melainkan atas kehendak-Nya. Namun bukan berarti aku menyesali atas bagaimana aku diciptakan. Tidak. Hanya aku berusaha menjaga agar apa yang telah tercipta tidak menjadi sebuah cela.
Tuhan telah menciptakanku sebagai sebuah sosok dengan bentuk seorang pria. Namun jiwa yang tersemat di dalamnya adalah jiwa seorang gay, yaitu penyuka sesama jenis. Jujur, itu kurasakan bukan karena pengaruh lingkungan atau apapun yang lainnya. Aku merasakannya semenjak aku masih belum mengerti dengan apa yang kurasakan. Baru kutahu bahwa itu adalah perasaan seorang gay adalah setelah aku mulai menginjak usia remaja. Hingga saat ini ku akui pada diriku sendiri bahwa jiwaku adalah jiwa seorang gay. Namun terus terang dalam hal ini aku masih munafik. Dalam bentuk sosokku yang notabene adalah seorang laki laki, kusembunyikan sebuah orientasi seksual yang berbeda dari umumnya, yang seharusnya seorang pria adalah pencinta wanita. Tapi terlepas dari siapa dan bagaimana aku, aku tetaplah manusia biasa seperti yang lainnya. Punya hak yang sama dalam hal apapun termasuk mencintai dan dicintai. Untuk itu, sebagai seorang yang belum memiliki pasangan, aku merasa selalu kesepian dalam kesendirianku selama ini. Dalang anganku, ku selalu membayangkan seorang pria yang dewasa, maskulin, penuh cinta sehingga akan dapat mencintaiku apa adanya dengan segala kekurangan yang ada. Dan akupun berjanji akan memberikan cintaku beserta segenap kesetiaan yang ada pada diriku.
Aku mencintaimu, para pembaca .. ,

Andai kutahu

November 26, 2007

Betapa aku akang membalasmu jika ku tahu kau mencintaiku

Halo dunia!

November 26, 2007

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.